STRUKTUR ORGANISASI MANAGEMEN

Organisasi sebetulnya adalah suatu makhluk hidup. Mengapa? Karena organisasi adalah kumpulan manusia. Manusia yang bersatu untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu kita tidak bisa memandang organisasi sebagai benda mati yang bisa diperlakukan seenaknya. Diperlukan suatu perawatan khusus agar organisasi tetap hidup dan berkembang.

Berangkat dari pemikiran itu, prinsip-prinsip manajemen organisasi sesungguhnya adalah manajemen orang-orang didalamnya. SDM merupakan faktor paling penting dalam keberlangsungan hidup organisasi. Manusia adalah pendiri, perancang, pekerja, pengamat, pengkritik, pemutus suatu organisasi. Tanpa mereka tidak ada organisasi. Oleh karena itu konsep manajemen organisasi ideal haruslah berpusat pada manusia. Setidaknya ada tiga hal yang merupakan prinsip pokok dalam manajemen,

Organisasi sebetulnya adalah suatu makhluk hidup. Mengapa? Karena organisasi adalah kumpulan manusia. Manusia yang bersatu untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu kita tidak bisa memandang organisasi sebagai benda mati yang bisa diperlakukan seenaknya. Diperlukan suatu perawatan khusus agar organisasi tetap hidup dan berkembang.

Berangkat dari pemikiran itu, prinsip-prinsip manajemen organisasi sesungguhnya adalah manajemen orang-orang didalamnya. SDM merupakan faktor paling penting dalam keberlangsungan hidup organisasi. Manusia adalah pendiri, perancang, pekerja, pengamat, pengkritik, pemutus suatu organisasi. Tanpa mereka tidak ada organisasi. Oleh karena itu konsep manajemen organisasi ideal haruslah berpusat pada manusia.

Setidaknya ada tiga hal yang merupakan prinsip pokok dalam manajemen, yakniplanningactuating, dan controlling. Prinsip-prinsip pokok ini harus dilakukan dengan melibatkan organ-organ dalam organisasi.

1. Planning

Planning/perencanaan adalah hal utama yang harus dilakukan dalam manajemen. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang “begin from the end”. Kita tetapkan tujuan bersama yang ingin dicapai. Tujuan adalah pelita yang menunjukkan jalan bahkan di kegelapan malam. Tetapkan visi dan misi organisasi. Yang penting adalah penetapan tujuan, visi, dan misi organisasi ini harus dilakukan bersama-sama. Minimal tidak dilakukan sendirian. Memang pada umumnya sebuah organisasi didirikan dengan seorang/beberapa tokoh kunci sebagai pemberi konsep. Tetapi konsep itu mutlak harus diketahui oleh tiap orang dalam organisasi agar terdapat kesamaan persepsi. Konseptor tidak mungkin berjalan sendirian dalam perjalanan organisasi. Jangan ragu dalam menetapkan tujuan, visi, dan misi. Seorang yang bermimpi besar dan berusaha keras mewujudkannya namun tidak bisa lebih baik daripada orang yang bermimpi kecil dan bisa mewujudkannya. Walaupun tidak dicapai, dengan bermimpi besar maka langkah kita pun akan besar. Lagipula orang yang bermimpi besar dalam pencapaiannya melebihi orang yang bermimpi kecil.

2. Actuating

Actuating/pelaksanaan adalah roh dari organisasi. Hanya omong kosong jika perencanaan tidak diikuti dengan aksi yang sesuai. Implementasi adalah sama pentingnya dengan perencanaan. Tanpa pelaksanaan yang baik rencana akan hancur berantakan tanpa sempat mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu adanya pendelegasian yang tepat untuk suatu tugas tertentu. Serahkanlah suatu hal pada ahlinya. Jika ditangani ahlinya tentu suatu persoalan akan selesai lebih cepat dan hasilnya pun baik. Untuk menunjuk orang yang tepat di tempat yang tepat perlu adanay komunikasai terus menerus antara anggota organisasi. Dengan adanya komunikasi dan silaturahmi, kompetensi seseorang seringkali akan dapat diketahui. Selain itu komunikasi sangat penting dilakukan antara planner dan actuator. Komunikasi penting untuk menyelaraskan antara keinginan perencana dengan pelaksana. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengganggu jalannya organisasi Rencana bisa berubah di tengah jalan jika ternyata pada pelaksanaannya terdapat situasi yang mendesak. Oleh karena itu pelaksanaan haruslah bersifat fleksibel tanpa keluar dari jalur tujuan yang hendak dicapai. Orang mengatakan ‘banyak jalan menuju ke Roma’. Begitupun dengan action(pelaksanaan), ia harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Bukan mengalir dengan arus bukan pula melawan arus tetapi berusaha membelokkan arus perlahan-lahan ke arah yang kita kehendaki.

3. Controlling

Controlling adalah kunci dalam manajemen. Walaupun pendelegasian adalah hal yang mutlak dalam organisasi, tetapi pendelegasian bukanlah berarti menyerahkan segala urusan tanpa kendali. Seorang yang buta niscaya akan dapat berjalan dengan normal jika diberitahu jalan yang harus dilewatinya. Begitupun orang-orang dalam organisasi, seburuk-buruknya sistem manajemen jika ada kontrol dan umpan balik yang rutin dilakukan maka hasilnya masih dapat diterima. Haruslah ada sistem reward and punishment dalam manajemen organisasi. Orang yang berprestasi patut diberi penghargaan dan sebaliknya orang yang melakukan kesalahan sebaiknya diingatkan untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ini penting sebab sistem ini akan memacu orang-orang dalam organisasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena merasa dihargai. Hargai prestasi sekecil apapun dan jangan biarkan kesalahan sekecil apapun. Segala sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil. Kita harus tegas dalam hal ini. Ini semua dilakukan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Tidak melenceng dari sasaran apalagi menetapkan sasaran seenaknya.

Tetapi ada hal yang penting namun seringkali terlewatkan oleh banyak manajer organisasi. Yakni pentingnya menyentuh hati manusia dengan hati lagi. Ya, cinta seringkali dilupakan dalam manajemen organisasi. Ada dua hal yang bisa membuat orang total dalam suatu hal, yakni adanya keuntungan dan cinta. Orang bilang cinta itu buta. Jika orang telah merasakan cinta dia akan melupakan kelelahan, kesusahan, penderitaan yang diperoleh dan akan mencurahkan segenap waktunya untuk hal yang dicintainya. Jangan ragu-ragu bagi manajer utnuk melakukan pendekatan personal untuk orang-orang dalam organisasi seperti menjenguk jika ada yang sakit, menanyakan kabar, memberi hadiah, melontarkan pujian, dan sebagainya. Perhatikan kebutuhannya dan berempatilah terhadap kesusahannya. Hal-hal ini mungkin kedengarannya remeh tetapi sebenarnya ini solusi yang jitu bagi manajemen organisasi. Cinta akan menjadi perekat yang sangat kuat bagi keutuhan organisasi.

4. Bentuk – bentuk Organisasi
Ada beberapa bentuk berbeda dari struktur organisasi dalam sebuah tim. Tim yang sudah terorganisir dan tersturktur dengan baik sangatlah penting, karena akan mengarahkan tim tersebut menjadi sebuah tim yang ahli dan cakap dalam bekerja. Pengambilan keputusan dalam sebuah tim bergantung pada bagaimana cara tim tersebut akan bekerja bersama. Macam-macam bentuk organisasi tersebut adalah:
1. Democratic Decentralized (DD)

Tidak memiliki pemimpin yang permanen.
Koordinator dipilih untuk menangani suatu tugas yang harus diselesaikan.
Koordinator pun bisa berubah/diganti bila ada perubahan dalam pekerjaan (task).
Keputusan yang dibuat harus berdasarkan konsensus kelompok, bukan hanya wewenang satu orang saja.
Komunikasi sangatlah penting karena setiap individu harus benar-benar paham akan segala sesuatu yang harus ditangani / dikerjakan.
Sifat komunikasi antar anggota di sini adalah komunikasi horizontal, karena tidak ada istilah pimpinan dan bawahan dalam bentuk organisasi ini.

indra1

Contoh Kasus :

Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. Perubahan dan transisi terjadi dimana-mana di seluruh penjuru negeri, tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. Namun demikian, keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini, pertumbuhan civil society, kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia.

2. Controlled Decentralized (CD)

Memiliki satu pemimpin utama yang menangani dan mengkoordinir tugas-tugas utama.
Terdapat pemimpin-pemimpin sekunder yang dipilih pemimpin utama untuk mengkoordinir dan menangani sub-sub tugas yang dibagi berdasarkan kebijakan pemimpin utama.
Pemimpin sekunder ini menjadi koordinator dalam sub-sub group yang dibentuk berdasarkan pembagian tugas.
Pengambilan keputusan dilakukan secara bersama-sama antar anggota dalam masing-masing sub group. Sedangkan pengambilan keputusan antar group diputuskan oleh pemimpin utama.
Komunikasi juga tetap diperlukan dalam satu sub group. Komunikasi dilakukan secara horizontal antar anggota dalam satu sub group. Tetapi terjadi komunikasi vertikal antara sub-sub kelompok dengan pemimpin utama tim.

indra2

Contoh Kasus :

Controlled Desentralisasi dan korupsi di Indonesia. Sejak tahun 2002 lalu telah terjadi gelombang pengungkapan kasus dugaan korupsi DPRD di berbagai daerah berawal dari maraknya pemberitaan tentang korupsi DPRD propinsi Sumatera Barat dan menjalar ke berbagai wilayah lain seperti Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Lampung dan kemudian hampir merata di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Belakangan kecenderungan korupsi oleh pihak eksekutif di daerah semakin meningkat dengan tajam.

3. Controlled Centralized (CC)

Hanya ada pimpinan utama tim di sini, semua tugas dikoordinir dan ditangani langsung oleh pimpinan utama.
Semua pengambilan keputusan terhadap suatu masalah berada di tangan pimpinan utama.
Pimpinan utama ini pula yang menentukan anggota kelompok mana yang harus bekerja dan tidak bekerja.
Semua komunikasi tim harus melalui pimpinan utama. Karena itu sifat komunikasi dalam bentuk organisasi ini hanya bersifat vertikal.

3.gif

Contoh Kasus :

Public Wireless Network, Ini sangat mutlak bahwa mereka (corporate users) dengan informasi yang sensitif pada komputer mereka akankah terhubung dengan publik wireless LAN. Ini seharusnya menjadi masalah bagi kebijakan peusahaan bahwa semua pengguna wireless berjalan di keduanya, yaitu sofware firewall pribadi dan antiviral sofware pada labtop mereka. Kebayakan publik wireles network hanya memiliki sedikit atau bahkan tanpa pengamanan pada saat membuat hubungan/konektifitas sederhana bagi pengguna dan mengurangi jumlah pendukung teknis diperlukan.

2. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan atau merancanakan bentuk organisasi yang akan digunakan :

· Seberapa sulit masalah tersebut dipecahkan?
Akan lebih mudah bila masalah yang sudah pernah dihadapi ditangani oleh orang yang berpengalaman di bidangnya. Namun bila masalah tersebut agak sulit, maka akan lebih baik bila ditangani secara bersama-sama.
· Seberapa besar masalahnya?
Dapat diukur dari jumlah pekerjaan atau function point yang diperlukan dalam proyek tersebut. Semakin besar ukurannya, maka semakin memerlukan organisasi yang kuat dalam tim.
· Berapa lama tim ini akan bekerja bersama?
Ditentukan dari jumlah waktu yang diminta untuk dapat menyelesaikan proyek ini. Bisa dalam hitungan minggu, bulan, atau bahkan tahun.
· Dapatkah proyek tersebut dibagi dalam beberapa bagian yang lebih kecil?
Bila suatu proyek dapat dibagi menjadi modul-modul yang lebih kecil, maka komunikasi antar anggota dalam kelompok tidak terlalu dibutuhkan. Namun, bila proyek tersebut sangat rumit dan tidak bisa dibagi dalam modul-modul yang lebih sederhana, maka komunikasi antar anggota akan sangat diperlukan.
· Seberapa spesifik kualitas dan ketahanan uji sebagai syaratnya?
Bila beberapa bagian bergantung pada bagian yang lain, maka kebutuhan untuk masing-masing bagian harus didefinisikan secara spesifik.
· Seberapa ketat deadline yang diberikan untuk menyelesaikan proyek tersebut?
Bila batas atau tenggat waktu yang diberikan sangat ketat (tidak boleh molor) maka struktur organisasinya harus sangat kuat. Komunikasi juga akan semakin banyak diperlukan.
· Seberapa banyak komunikasi yang diperlukan antar anggota dalam proyek tersebut?
Bila tidak membutuhkan komunikasi yang terlalu banyak, maka bentuk Controlled Centralized yang paling cocok.

4.gif

3. Ada pola / pakem lain dalam struktur organisasi sebuah tim. Pola tersebut merupakan paradigma-paradigma berikut :

· Paradigma tertutup membentuk sebuah tim di sepanjang hierarki otoritas tradisional. Mirip dengan bentuk Controlled Centralized. Bekerja dengan baik pada saat mengerjakan proyek yang serupa atau pernah ditangani sebelumnya. Tetapi tim menjadi kurang inovatif.
· Paradigma terbuka cenderung membentuk tim dengan cara tertentu sehingga tercapai banyak kontrol yang berhubungan dengan paradigma tertutup, tetapi sekaligus juga banyak inovasi pada saat menggunakan paradigma random. Kerja dilakukan secara kolaboratif dengan komunikasi yang sarat serta konsensus yang didasarkan pada pengambilan keputusan.
· Paradigma random membentuk sebuah tim secara longgar dan tergantung pada inisiatif individual anggota tim. Merupakan gabungan anatara paradigma tertutup dan paradigma terbuka. Pada saat membutuhkan inovasi, tim ini akan unggul. Tetapi tim semacam ini akan kesulitan bila kerjanya ditentukan pada aturan tertentu.
· Paradigma sinkron bertumpu pada penggolongan alami dari suatu masalah serta mengorganisasi anggota tim untuk bekerja pada bagian-bagian kecil masalah dengan komunikasi aktif di antara mereka sendiri.

SUMBER :

http://mrizqicahyadi.blogspot.com/2009/11/organisasi-managemen.html

http://egamawarni.wordpress.com/tm-rpl/tm-4/

Sidang

Title: new admissions system based on web SMK yupentek 1 tangerang

Names of participants siding: Ahmad afrijal

Nim trial participants: 072245881

Subject: TI (SE)

Chairman of the testers: Manorang Sihotang, M.Kom

Examiners 1: Aris, S.Kom

Examiners 2: Aris Martono, S.Kom

Question:
1. System that you created has been effective or not?
Highly effective and has been well received by teachers and students in smk yupentek 1 tangerang.
2. What is the task rather than the admin?
Admin charge of filling administrative / all purposes required by the user.
3. Been implemented?
Yet but the system will be implemented

Evaluation:
The program is still not perfect and still in development that will fit your needs.

Expectations:
Hopefully in the future the system can run properly.

By bambangputraperdana Posted in pribadi

Manajemen proses pada linux

PROSES

Proses pada hakekatnya adalah eksekusi program pada sistem operasi. Sebuah proses akan membutuhkan sumber daya tertentu seperti waktu pemrosesan, memori, file, dan peralatan I / O untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya ini dialokasikan untuk proses yang baru dibuat atau ketika sedang dieksekusi oleh CPU.

Proses adalah unit kerja dari sistem, atau bisa dikatakan sistem terdiri da- ri kumpulan proses. Pada sistem operasi terjadi dua model eksekusi proses, yaitu sistem kode yang dilakukan oleh sistem operasi, dan user kode atau program yang dijalankan oleh user. Semua proses ini dapat dieksekusi secara bersamaan. Proses tradisional hanya berisi thread tunggal pada saat eksekusi, sedangkan sistem operasi modern sekarang mendukung proses yang memiliki beberapa thread. Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas berikut di sehubungan dengan proses dan manajemen thread: penciptaan dan penghapusan baik proses pengguna dan proses sistem; penjadwalan proses; dan penyediaan mekanisme untuk sinkronisasi, komunikasi, dan kebuntuan penanganan untuk proses (dead lock).

PROSES PADA LINUX

Sistem operasi Linux dikembang dengan mengadopsi prinsip-prinsip yang digunakan pada sistem operasi UNIX. pertama kali ditulis dan dikenalkan oleh Linus Torvald pada tahun 1991. Kernel linux pada saat awal dikenalkan sudah bisa menjalankan prosesor 80386, merupakan prosesor 32 bit pertama dari intel.

Prinsip Desain Kernel Linux

Semenjak Linux mengadopsi UNIX, maka linux juga mempunyai desain multiuser, multitasking, dan bahkan kompatibel dengan set tool yang sudah dipunyai oleh UNIX.

Komponen dari Linux System

Linux terdiri dari tiga bagian kode utama, yang secara umum implementasinya mengacu pada UNIX.

  • Kernel, yang secara penuh bertanggung jawab mengelola semua abstraksi dari sistem operasi, termasuk didalamnya adalah virtual memori dan proses.
  • System Library, menyediakan set fungsi standar yang memungkinkan aplikasi bisa berinteraksi dengan kernel. Fungsi ini mengimplementasikan fungsionalitas sistem operasi tanpa harus mempunyai akses kode perkode dari kernel.
  • System Utility, adalah program yang mempunyai tugas khusus untuk menangani hal tertentu berkaitan dengan sistem operasi. beberapa program hanya dipanggil sekali (biasanya pada saat awal sistem operasi dijalankan) untuk menginisialisasi beberapa aspek dari sistem, dan biasa disebut dengan istilah daemon dalam terminologi UNIX (bisa secara permanen dijalankan pada saat sistem operasi berjalan, digunakan untuk menangani proses seperti merespon pesan masuk pada jaringan, menangani operasi berkaitan dengan printer, menangani akunting atau log sistem operasi, etc.)

Management Process pada Linux
Proses pada Linux merupakan aktifitas permintaan user terhadap sistem operasi. Model proses pada Linux mirip dengan UNIX, dimana prinsip dasar keduanya menggunakan fungsi fork() dan exec(). fork() digunakan untuk membuat proses
baru sedangkan exec() digunakan untuk memanggil program.

Kedua pendekatan diatas merupakan dua hal yang berbeda, dimana proses (child) bisa diciptakan tanpa membuka program baru, dan secara sederhana akan meneruskan program awal (parent) untuk mengeksekusi perintah yang sama pada program awal.

Untuk membuat proses baru, bisa dengan mengetikan perintah langsung pada shell Linux. Proses yang dibuat bisa dalam mode foreground maupun background. Ketika proses dijalankan lewat shell secara default akan dijalankan dalam mode
foreground dan proses akan bergantung dari proses shell, jika shel dimatikan, maka proses yang dijalankan tadi akan ikut mati. Kebalikan dari mode diatas adalah mode background, dimana proses dijalankan dibalik layar, dan tidak tergantung
pada shell secara langsung, dan ketika shell dimatikan, proses tetap berjalan (ex: menjalankan perintah dengan diberi argumen &).

Identitas Proses

Setiap proses yang dijalankan mempunyai beberapa item identitas, diantaranya :

  • Process Id (PID), tiap proses punya identitas unik yang digunakan untuk menentukan proses pada sistem operasi ketika aplikasi membuat system call untuk pensinyalan, modify, atau wait pada proses tertentu. Identitas tambahan proses berkaitan dengan group proses (berbentuk proses tree dimana terbentuk oleh perintah fork() single user) dan login session.
  • Credentials, tiap proses harus berkaitan dengan satu User ID dan satu atau beberapa Group ID untuk menunjukan hak akses terhadap sumber daya yang digunakan dalam proses.

Process Environment

Pada sistem operasi Linux process environment terdiri dari dua komponen, argumen dan environment. Argumen adalah daftar opsi tambahan pada cli yang berkaitan dengan perilaku program ketika dijalankan, sedangkan environment adalah daftar parameter, baik berupa variabel, direktori home yang secara tekstual dibutuhkan oleh program.

Environment variable biasanya terdiri dari beberapa informasi seperti:

  • PATH, daftar lokasi direktori dimana file executable berada.
  • HOME, lokasi direktori home.
  • CPPLIBS, lokasi dimana library yang berkaitan dengan program disimpan.
  • HOSTNAME (*NIX) atau COMPUTERNAME (WIN32), digunakan untuk penamaan mesin.
  • USER (*NIX) atau USERNAME (WIN32), user yang digunakan pada saat login pada sistem operasi.

Tool Terkait Manajemen Proses pada Linux

Aplikasi ps

Tool yang digunakan untuk melihat snapshot dari proses terkini yang berjalan. Secara default, ps memilih semua proses dengan ID pengguna efektif yang sama (EUID = EUID) sebagai pengguna saat ini dan terkait dengan terminal yang sama dengan INVOKER (pemohon/user yang menjalankan ps). Ps menampilkan ID proses (pid = PID), terminal terkait dengan proses (tname = TTY), waktu CPU cumulated dalam [bb-] hh: mm: ss (waktu = TIME), dan nama executable (ucmd= CMD). Output tidak terurut secara default.

Beberapa opsi yang bisa digunakan dalam ps, antara lain

Contoh. Untuk melihat setiap proses pada sistem bisa menggunakan sintak standar :

  • ps -e

  • ps -ef

  • ps -eF

  • ps -ely

Untuk melihat setiap proses pada sistem dengan menggunakan sintak BSD.

  • ps ax

  • ps axu

Untuk menampilkan proses dalam bentuk pohon.

  • ps -ejH

  • ps axjf

Mendapatkan info mengenai thread :

  • ps -eLf

  • ps axms

Mendapatkan info mengenai sekuritas :

  • ps -eo euser,ruser,suser,fuser,f,comm,label

  • ps axZ

  • ps -eM

Melihat setiap proses yang berjalan sebagai root (real & effective ID) :

  • ps -eo pid,tid,class,rtprio,ni,pri,psr,pcpu,stat,wchan:14,comm

  • ps axo stat,euid,ruid,tty,tpgid,sess,pgrp,ppid,pid,pcpu,comm

  • ps -eo pid,tt,user,fname,tmout,f,wchan

Menampilkan hanya proses ID dari firewire :

  • ps -C firewire -o pid=

Menampilkan hanya nama proses dari PID 17 :

  • ps -p 17 -o comm=

Aplikasi pstree
Digunakan untuk menampilkan proses yang berjalan saat ini dalam bentuk tree.

Aplikasi top

Aplikasi top menyediakan tampilan real time berjalannya proses dalam sistem. Bisa menampilkan ringkasan informasi dengan baik dalam bentuk list apa saja proses yang sedang berjalan saat ini yang diatur oleh kernel Linux. Tipe informasi yang ditampilkan berupa tipe, urutan, ukuran dari proses yang dijalankan oleh semua user pada sistem.

Aplikasi htop

Program yang digunakan untuk untuk memantau proses secara interakif. Htop merupakan program yang mirip dengan top, tetapi dengan tambahan fasilitas tampilan scroll ke atas atau kesamping, menghentikan proses, atau mengatur prioritas proses tanpa harus menghapal PID dari proses.

Aplikasi kill

Digunakan untuk mengirim sinyal kepada proses. Secara default kill mengirim sinyal TERM pada proses yang artinya proses harus terminated (diakhiri). Beberapa opsi yang bisa digunakan dalam perinta kill, antara lain :

  • kill -9 -1 Mengirim sinyal kill pada semua proses yang bisa dihentikan.
  • kill -l 11 Menterjemahkan kode sinya 11 kedalam bentuk nama sinyal.

  •  kill 123 543 2341 3453 Mengirim sinyal default , SIGTERM, ke semua proses yang disebutkan pid nya.

Aplikasi killall

Aplikasi yang digunakan untuk mengirim sinyal default kill kepada proses dengan parameter nama proses.

Aplikasi pkill

Aplikasi ini mirip dengan killall namun ada sedikit perbedaan, jika killall kita harus tahu nama proses/command yang akan kita terminasi, tetapi dengan pkill kita bisa melakukan terminasi terhadap proses /command yang mengandung
nama tertentu yang diinputkan sebagai parameter pkill.

Aplikasi xkill

Aplikasi ini digunakan untuk memaksa x server memutuskan koneksi dengan client nya. Dengan menggunakan resource x server, program ini bisa mengakhiri koneksi client dengan menggunakan mouse dan mengarahkan sekaligus melakukan
single klik ke salah satu x client.

MAC OS

Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh yang menggunakan processor Power PC dan tidak kompatibel dengan
PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86. Mac OS X adalah versi terbaru dari sistem operasi Mac OS untuk komputer Macintosh. Sistem operasi ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001. Mac OS X adalah sistem operasi yang menggunakan kernel BSD sehingga beberapa kalangan mengatakan bahwa Mac OS X termasuk dalam keluarga Unix. Hal yang menarik dari OS ini adalah keindahan tampilannya sehingga menjadikannya panutan bagi pengembang desktop lain. Rilis terakhir Mac OS diluncurkan sekitar bulan Mei 2005 dengan kode Tiger dengan versi 10.4.

Tool Manajemen Proses Mac

Semenjak masih satu keluarga dengan Linux, untuk sebagian besar manajemen prosesnya hampir mirip dengan sistem operasi Unix dan Linux.

Activity Monitor

Aktivitas prosesor komputer, disk, memori, dan aktivitas jaringan, bisa dipantau dengan tool Activity Monitor. Fitur-fitur yang ada ada pada Activity Monitor:

  • Penggunaan CPU
  • History aktifitas CPU
  • Penggunaan jaringan
  • Aktifitas Disk
  • Penggunaan memori

Activity Monitor bisa diakses di menu Applications / Utilities.

Tampilan Grafik CPU Usage pada Activity Monitor

Dalam Activity Monitor, CPU Usage dan CPU History menunjukkan grafik yang terpisah untuk masing-masing core jika Mac memiliki core prosesor sebanyak empat atau kurang, tetapi akan menunjukkan grafik tunggal jika ada lebih dari
empat core.

Pada gambar diatas adalah contoh tampilan Tab CPU di Activity Monitor pada Mac yang memiliki lebih dari empat core prosesor. Pada komputer Mac dengan prosesor yang mendukung Hyper-Threading, Activity Monitor akan menampilkan dua grafik untuk masing-masing core karena Hyper-Threading memungkinkan dua thread untuk berjalan secara simultan pada setiap core. Pada Mac, grafik tunggal menunjukkan agregasi penggunaan CPU (untuk lebih dari empar core), jika lebih dari dua core (atau empat core virtual) yang hadir.

Gambar diatas adalah contoh tampilan floating CPU Usage pada Mac dengan 8 core.

Membaca Penggunaan memori sitem pada Activity Monitor

Mac OS X memiliki manajemen memori yang sangat efisien. Ini akan otomatis mengalokasikan memori dan menyesuaikan isi dari memori yang diperlukan. Istilah “memori” seperti yang digunakan dalam artikel ini termasuk RAM berkecepatan tinggi , memori virtual, dan file swap pada hard disk Anda.

Empat jenis memori muncul dalam diagram pie pada Tab System Memory ini: Free, Wired, Active, dan Inactive. Jumlah empat irisan grafik pie sama dengan jumlah total Random-Access Memory (RAM).

Berikut adalah contoh jendela dengan tab System Memory dipilih:

  • Free memory, adalah RAM yang tidak dalam posisi digunakan.
  • Wired memory, informasi yang ada dalam memori dan tidak dapat dipindahkan ke hard disk, sehingga harus tetap dalam RAM. Jumlah wired memorytergantung pada aplikasi yang Anda gunakan.
  • Active memory, menunjukkan data yg masih ada dalam memori dan baru saja digunakan.
  • Inactive memory, informasi dalam memori yang sedang tidak digunakan, tetapi baru saja digunakan. Misalnya : ketika menggunakan Mail, kemudian keluar, maka RAM tempat penyimpanan data Mail tadi, akan ditandai sebagai Inactive memory. Inactive memory ini dapat digunakan oleh aplikasi lain, seperti halnya Free memory. Jika Inactive memory ini digunakan lagi untuk membuka Mail sebelum digunakan untuk aplikasi lain, maka proses pembukaan Mail akan lebih cepat.
  • Used , adalah jumlah total memori yang digunakan.
  • VM size, adalah jumlah total virtual memory untuk semua proses pada Mac.
  • Page ins / Page outs, Hal ini mengacu pada jumlah informasi (akumulatif) yang dipindah/ditransfer dari RAM ke Hard Disk.
  • Swap used, adalah jumlah informasi disalin ke file swap pada hard drive.

SISTEM OPERASI WINDOWS

Pada pertengahan 1980-an, Microsoft dan IBM bekerja sama untuk mengem bangkan sistem operasi OS / 2, yang ditulis dalam bahasa assembly untuk single prosesor Intel 80286 sistem. Pada tahun 1988, Microsoft memutuskan untuk mengakhiri upaya bersama dengan IBM dan mengembangkan sendiri “teknologi baru” (atau dikenal dengan NT) sistem operasi portabel untuk mendukung OS / 2 dan aplikasi pemrograman interface POSIX (API). pada Oktober 1988, Dave Cutler, arsitek dari sistem operasi VAX / VMS, dipekerjakan untuk membangun Microsoft.

Awalnya, tim berencana untuk menggunakan API OS / 2 sebagai environment asli NT, tetapi selama pengembangan, NT diubah menjadi Windows API 32-bit yang dikenal dengan win32.

 System Components

Arsitektur Windows adalah sistem modul berlapis, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Lapisan utama adalah HAL, kernel, dan eksekutif, semua yang berjalan dalam mode kernel, dan koleksi subsistem dan layanan yang ber-
jalan di modus pengguna . User-mode subsistem dibagi ke dalam dua kategori: environment subsistem, yang mengemulasikan sistem operasi yang berbeda, dan perlindungan subsistem, yang menyediakan fungsi keamanan. Salah satu keuntungan utama dari jenis arsitektur adalah bahwa interaksi antara modul yang dibuat sederhana.

Manajemen Proses

Pada sistem Operasi Windows, proses adalah unit eksekusi kode yang dapat dijadwalkan oleh kernel dispatcher dan dimuat dari sebuah aplikasi atau thread. Jadi, proses bisa mengandung satu atau lebih thread. Sebuah proses dibuat ketika thread di dalam beberapa proses lain dipanggil oleh API CreateProcess(). Rutin ini  memuat setiap link library dinamis yang digunakan oleh proses untuk menciptakan thread awal dalam proses. Thread tambahan dapat dibuat oleh fungsi CreateThread(). Setiap thread dibuat dalam stack sendiri, yang defaultnya adalah 1 MB kecuali ada argumen lain untuk pemanggilan fungsi CreateThread().

Tool Manajemen Proses

Ciri khas dari sistem operasi windows adalah GUI. Dimana semua interaksi antar user dengan sistem kebanyakan menggunakan interface grafis, sehingga disatu sisi ini sangat memudahkan user, disisi lain user tidak mempunyai pengalaman yang cukup dalam menggunakan CLI dari sistem operasi windows. Beberapa tool yang bisa digunakan untuk memonitor proses pada sistem operasi windows adalah:

Contoh. Aplikasi tasklist, aplikasi yang digunakan untuk memonitor proses pada sistem operasi windows.

  • tasklist /? : menampilkan help dari tool yang berisi semua opsi dan argumen yang bisa digunakan.

  • takslist : menampilkan daftar proses yang sedang berjalan.

Contoh. taskkill, tool digunakan untuk mematikan satu atau lebih proses yang sedang berjalan.

  • taskkill /? : menampilkan help dari taskkill

  • taskkill /PID 576 : mematikan proses dengan PID 576

 

Sumber : http://3rr0r.wordpress.com/category/sistem-operasi/

By bambangputraperdana Posted in sejarah

Pemrograman Bahasa Assembly

Pemrograman bahasa assembly dari 8051 membutuhkan pengertian akan template pemrograman, pengarahan assembler dan tipe data, dsb. Diskusi singkat tentang assembler peralatan pemrograman, penghubung, dsb. juga penting saat kita hendak memulai. Pembaca dapat memeriksa peralatan pemrograman dan sistem pengembangan yang tersedia dan mencoba untuk mengerjakan program-program sederhana pada platform. Sebagian besar fitur yang didukung oleh sistem pengembangan 8051 apa pun adalah serupa. Diskusi singkat pada baris ini dibahas di bagian ini.

Assembler-nya, secara umum, mendukung smua alfabet bahasa Inggris, baik upper case dan lower case, dan angka dari 0 hingga 9. Sebagai tambahan @ , $ ; _, juga didukung.

Pengarah ORG (Origin) dan END (END)

Perlu dicatat bahwa perintah pseudo ORG dan END; keduanya adalah pengarah untuk assembler 8051. Pengarah ORG digunakan untuk menunjukkan alamat permulaan dari program sumber. ORG 0100H memberitahu assembler bahwa program sumber dimulai pada alamat 0100H dalam memori program. Alamatnya dapat juga berupa decimal. Sebagai contoh, ORG 0250 akan memberitahu assembler bahwa brogram yang akan di-assemble dimulai pada 250D. Secara serupa, pengarah END menunjukkan akhir dari fail program sumber. Ini adalah baris terakhir dalam program sumber dan assembler akan membiarkan kode sumber apapun setelah pengarah END. Beberapa assembler menggunakan sebuah titik “.ORG” dan “.END” daripada ORG dan END. (Perhatikan apa yang didukung oleh assembler anda)

Pengarah DB (Define Byte) dan EQU (Equate)

Define byte adalah pengarah yang digunakan untuk menjelaskan byte data selebar 8-bit. Lihatlah bagaimana pengarah ini muncul dalam program sumber. Angka yang diberikan pada satu variable dapat berupa desimal, biner, hex atau angka ASCII. Huruf yang mengikuti angka menunjukkan hal tersebuturuf yang mengikutiH. Sebagai contoh, ‘D’ berarti desimal; jadi 35D adalah desimal 35. Secara default, jika tidak ada yang muncul setelah angka, maka itu adalah angka desimal. Yaitu 35 dan 35D adalah desimal 35 yang sama. Untuk angka hex, alfabet “H” harus disertakan setelah angka. Maka 25H adalah angka hex. Secara serupa, angka biner diakhiri oleh alphabet “B”. Bahasa assembly tidak case-sensitive. Untuk mewakilkan angka seperti karakter ASCII, kita menggunakan tanda kutip. Tanda kutip tunggal atau ganda, keduanya dapat digunakan; keduanya didukung. Maka jika sebuah string hendak dijelaskan dalam satu program, ini dapat dilakukan seperti dalam gambar di bawah. Assembler-nya secara otomatis menempatkan kode ASCII berhubungan dengan angka-angka atau karakter ini.

Pengarah equate digunakan untuk menjabarkan sebuah konstanta. Label datanya terhubung dengan nilai konstan; jadi dimanapun label tersebut muncul, konstantanya digantikan untuk label tersebut. Sebagai contoh, nilai 39D dapat dihubungkan ke sebuah label TEMP, seperti di gambar di bawah, dan kemudian dapat dikopikan ke register B dimanapun di dalam program.

Keuntungan dari pengarah EQU adalah jika sebuah konstanta muncul di banyak tempat dalam program maka pemrogram dapat mengubah nilainya, hanya dengan mengubah definisi dari konstanta ini; ini dapat menghemat waktu. Harus diingat bahwa sementara menulis program bahasa assembly, kita tidak semestinya menggunakan kata-kata yang sudah tersimpan atau mnemonic sebagai label. Sebagai contoh, ADD adalah mnemonic untuk perintah 8051; jadi ADD tidak dapat digunakan sebagai label. Secara serupa, ORG atau END tidak dapat digunakan sebagai label. Lebih jauh lagi, nama label haruslah unik.

Template Pemrograman 8051

Template pemrograman 8051 akan memiliki beberapa porsi awalan, lalu program utama dan subrutin akan dituliskan secara berkelanjutan dalam memori program. Perhatikan Contoh Pemrograman #5.2 berikut:

Sebagaimana yang akan terlihat secara detil saat mendiskusikan interrupt, lokasi-lokasi vector yang berhubungan dengan interrupt ini muncul di alamat-alamat yang lebih rendah dalam memori program. Perintah lompat kemudian digunakan untuk menunjuk titik awal alamat subrutin layanan interrupt. Perlu dicatat bahwa subrutin dan layanan interrupt dapa muncul dalam berbagai bentuk urutan. Perhatikan bahwa subrutin layanan interrupt menggunakan perintah RETI, dimana subrutin umum juga menggunakan perintah RETI.

sumber : http://ndoware.com/pemrograman-bahasa-assembly-8051.html

By bambangputraperdana Posted in sejarah

Sejarah rekayasa perangkat lunak

Rekayasa perangkat lunak telah berkembang sejak pertama kali diciptakan pada tahun 1940-an hingga kini. Fokus utama pengembangannya adalah untuk mengembangkan praktik dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat lunak dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai.

1945-1965 masa awal

Istilah software engineering digunakan pertama kali pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu, masih terdapat debat tajam mengenai aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak.

Pada tahun 1968 dan 1969, komite sains NATO mensponsori dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak kuat terhadap perkembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang menganggap bahwa dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi rekayasa perangkat lunak.

1965-1985 masa krisis perangkat lunak

Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, banyak masalah yang ditemukan para praktisi pengembangan perangkat lunak. Banyak projek yang gagal, hingga masa ini disebut sebagai krisis perangkat lunak. Kasus kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi mulai dari projek yang melebihi anggaran, hingga kasus yang mengakibatkan kerusakan fisik dan kematian. Salah satu kasus yang terkenal antara lain meledaknya roket Ariane akibat kegagalan perangkat lunak.

1985-sekarang tidak ada senjata pamungkas

Selama bertahun-tahun, para peneliti memfokuskan usahanya untuk menemukan teknik jitu untuk memecahkan masalah krisis perangkat lunak.

Berbagai teknik, metode, alat, proses diciptakan dan diklaim sebagai senjata pamungkas untuk memecahkan kasus ini. Mulai dari pemrograman terstruktur, pemrograman berorientasi object, perangkat pembantu pengembangan perangkat lunak (CASE tools), berbagai standar, UML hingga metode formal diagung-agungkan sebagai senjata pamungkas untuk menghasilkan software yang benar, sesuai anggaran dan tepat waktu.

Pada tahun 1987, Fred Brooks menulis artikel No Silver Bullet, yang berproposisi bahwa tidak ada satu teknologi atau praktik yang sanggup mencapai 10 kali lipat perbaikan dalam produktivitas pengembangan perangkat lunak dalam tempo 10 tahun.

Sebagian berpendapat, no silver bullet berarti profesi rekayasa perangkat lunak dianggap telah gagal. Namun sebagian yang lain justru beranggapan, hal ini menandakan bahwa bidang profesi rekayasa perangkat lunak telah cukup matang, karena dalam bidang profesi lainnya pun, tidak ada teknik pamungkas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.

 

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_rekayasa_perangkat_lunak

By bambangputraperdana Posted in sejarah